Waspada Bahaya Gigi Retak

picture of a woman enjoys crackin ice cube

Sahabat Enzim – Gigi jadi salah satu bagian tubuh manusia yang terkuat. Saat meninggal, gigi merupakan bagian yang susah hancur hingga puluhan tahun. Meski demikian, bukan berarti gigi tak bisa rusak, bahkan retak.

Gigi retak biasanya ditandai dengan gejala seperti ngilu saat menggigit makanan, sensitif terhadap suhu dingin dan makanan manis. Gejala ini biasanya terjadi di bagian geraham.

Pakar gigi mengatakan keretakan gigi paling banyak ditemukan pada usia 30-50 tahun. Gigi retak biasanya dikarenakan faktor gaya hidup. Misalnya suka menggigit benda keras, menggertakkan gigi, mengunyah es batu, makanan modern dan lain-lain.

Keretakan pada gigi juga menyebabkan bakteri masuk melalui sela-sela lubang dan menginfeksi bagian dalam gigi. Bakteri yang menginfeksi akar gigi dapat mengakibatkan gusi bengkak dan berakhir pada pencabutan gigi.

Sayangnya, keretakan gigi sulit dilihat dengan mata telanjang. Cara mendeteksinya dengan memeriksa riwayat sakit dan memindai gigi. Alat yang digunakan bernama Cone Beam Computed Tomography, hasilnya digunakan dokter untuk memprediksi pengobatan keretakan gigi.

Bentuk perawatan yang dilakukan untuk gigi retak pun bermacam. Bila sudah sampai bagian dalam gigi, dokter akan mengambil tindakan berupa pembedahan gigi dan melakukan perawatan bagian dalam.

Tujuannya agar syaraf yang ada dalam gigi dapat pulih seperti sedia kala dan bebas bakteri.

Sedangkan jika yang bermasalah hanya untuk permukaan gigi, dokter hanya membuat mahkota gigi saja. Mahkota buatan ini akan membungkus gigi yang retak.

Proses pengobatan gigi retak memang rumit. Karena itulah, sebaiknya mencegah retak dengan gaya hidup yang sehat. Misalnya menghindari kebiasaan menggigit benda keras, bergemeretak, atau mengonsumsi makanan yang terlalu panas, dingin, dan asam.

Sebaiknya Sahabat Enzim jaga kesehatan dengan menggosok gigi sebelum tidur dan setelah makan. Tentu saja, sikat yang dipilih berbulu lembut dan tidak menyikat gigi dengan keras. Sebagai langkah utama, pilihlah pasta gigi yang mempu menambal lubang mikro di gigi seperti Enzim 40 Plus.

Pasta gigi Enzim 40 Plus dibuat tanpa detergen. Pasta gigi ini diformulasikan untuk usia 40 tahun ke atas atau usia sebelumnya yang sudah terindikasi mulut kering, gigi ngilu, radang gusi dan bau mulut.

Di dalam Enzim 40 Plus mempunyai kandungan zat enzim aktif seperti amyloglucosidase, glucose oxidase, lactoperoxidase yang bermanfaat untuk mengembalikan kualitas air ludah agar dapat mengontrol keseimbangan bakteri di dalam rongga mulut.

Lysozyme dan lactoferrin bermanfaat untuk menangkal bakteri pathogen penyebab penyakit.

Potassium Nitrate bermanfaat untuk menghilangkan ngilu pada gigi sensitif. Serbuk Silica bermanfaat untuk menutup lubang dentin sehingga dapat mencegah terjadinya ngilu yang berulang.

Allantoin bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka seperti sariawan dan gusi berdarah.

Kandungan lain seperti zinc gluconate bermanfaat untuk menetralisir bau mulut. Vitamin E bermanfaat untuk peremajaan jaringan jika ada luka di rongga mulut. Colostrum bermanfaat memberikan kelembaban pada rongga mulut sehingga mulut tidak kering.

Colostrumjuga bersinergi dengan enzimatik sistem yang ada di dalam semua pasta gigi Enzim, bermanfaat untuk meningkatkan kontrol terhadap bakteri di rongga mulut terutama pada kondisi mulut kering.

Ayo cegah gigi retak dengan Enzim 40 Plus. Gigi utuh hingga tua, mulut tetap sehat!

Bagikan artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on email
Share on whatsapp

Beli di sini:

Close Menu
Need Help? Chat with us