Sakit gigi pada anak sering muncul saat musim liburan. Alasannya sederhana karena anak jadi lebih bebas makan camilan manis dan lengket, sementara jadwal sikat gigi berantakan. Jika dibiarkan hal kecil seperti ngemil terus-menerus bisa berubah menjadi masalah besar. Oleh karena itu, orang tua perlu tahu cara mencegah sakit gigi pada anak agar liburan tetap nyaman.
Kenapa Perlu Membatasi Camilan Saat Liburan?
Saat libur sekolah, anak lebih banyak waktu untuk ngemil dan mudah tergoda untuk melakukannya sepanjang hari. Mulai dari permen, cokelat, biskuit, hingga minuman manis. Masalahnya, camilan seperti ini bisa menempel lama di gigi dan jadi makanan favorit bakteri penyebab sakit gigi pada anak. Selain itu, saat anak sering ngemil tanpa jeda, PH mulut tidak sempat kembali normal. Kondisi ini membuat enamel lebih cepat rusak dan membuat bakteri berkembang. Maka dari itu, bukan hanya jumlah camilan saja yang penting untuk dikurangi tapi frekuensi ngemil juga harus dikendalikan.
Tips Mencegah Sakit Gigi Anak Meski Anak Tetap Ngemil
Ada beberapa cara mencegah sakit gigi yang bisa dilakukan orang tua, seperti:
1. Pilih Camilan yang Lebih ”Ramah Gigi”
Sebaiknya, ganti camilan manis dan lengket dengan camilan yang lebih ramah dan aman untuk gigi seperti buah potong, yogurt plain, roti gandum, kacang-kacangan, atau keju. Dengan mengombinasikan camilan “ramah gigi”, anak tetap bisa ngemil enak tanpa meningkatkan risiko sakit gigi.
2. Batasi Minuman Manis
Minuman berwarna, minuman bersoda, teh manis, dan minuman manis lainnya bisa mempercepat kerusakan enamel. Jadi, batasi minuman manis dan lebih baik diganti dengan air putih atau infused water.
3. Gunakan Sedotan
Sedotan membantu mengurangi kontak minuman manis dengan permukaan gigi. Minum menggunakan sedotan dapat mengurangi risiko karies terutama bagi anak yang suka minuman manis saat liburan.
4. Biasakan Anak Kumur atau Minum Air Setelah Ngemil
Setelah makan camilan, sisa makanan biasanya menempel di sela gigi. Dengan minum air atau berkumur, sisa-sisa ini bisa lebih cepat terbilas sebelum berubah menjadi plak. Kebiasaan ini bisa membantu menurunkan risiko karies.
5. Gunakan Pasta Gigi Berfluoride
Pasta gigi berfluoride membantu memperkuat enamel yang mulai melemah akibat paparan gula dan asam dari makanan. Bagi anak pra remaja (7-15 tahun) yang sedang memasuki pergantian gigi, pasta gigi untuk pra remaja seperti enzim mixdent dapat memberikan perlindungan ekstra karena formulanya disesuaikan dengan kebutuhan. Enzim mixdent bisa menjadi pilihan karena dengan ekstra colostrumnya dapat membantu meningkatkan imunitas rongga mulut anak. Dengan menggunakan enzim mixdent setiap hari, anak dapat terhindar dari masalah gigi berlubang, bau mulut, radang gusi dan sariawan.
6. Rutin Cek ke Dokter Gigi
Pemeriksaan ke dokter gigi membantu mendeteksi masalah sejak dini, terutama jika anak mengeluh ngilu atau sedang masa tumbuh gigi permanen. Pemeriksaan rutin juga membuat anak terbiasa menjaga kesehatan gigi jangka panjang.
Dengan menjaga kebiasaan sehari-hari, memberikan camilan dengan lebih bijak, dan memilih pasta gigi yang tepat, sakit gigi pada anak bisa dicegah meskipun mereka tetap menikmati liburan dan camilan favoritnya. Liburan tetap seru, tanpa drama gigi ngilu.

Pasta Gigi enzim Mixdent
Pasta Gigi Enzim Mixdent untuk usia 7-15 tahun. Diformulasikan untuk menjaga kesehatan gigi pada masa peralihan gigi susu ke gigi permanen. Mengandung enzim aktif, protein dan tanpa detergen serta mengandung colostrum untuk meningkatkan imunitas dalam rongga mulut.




