Search

Penyebab Gusi Hitam yang Jarang Diketahui dan Cara Mengatasinya

Gusi hitam sering bikin orang jadi kurang percaya diri saat tersenyum. Banyak yang mengira ini cuma soal genetik atau karena kebiasaan merokok. Padahal, perubahan warna pada gusi bisa muncul karena berbagai hal yang sering tidak kita sadari. Beberapa di antaranya bahkan berkaitan dengan gaya hidup sehari-hari.

Penyebab Gusi Hitam yang Jarang Diketahui

Berikut beberapa penyebab gusi hitam yang jarang diketahui, diantaranya:

1. Efek samping obat-obatan

Ada beberapa jenis obat yang bisa menyebabkan perubahan warna pada jaringan mulut, termasuk gusi. Misalnya, antibiotik minosiklin yang kadang digunakan untuk jerawat atau infeksi tertentu. Penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan pigmentasi gelap.

2. Tambalan atau mahkota gigi berbahan logam

Tambalan gigi atau mahkota gigi yang berbahan logam bisa menyebabkan munculnya bintik hitam di sekitar gusi. Ini dikenal dengan istilah tato amalgam yaitu warna gelap dari logam yang meresap ke jaringan gusi.

3. Kondisi kesehatan tertentu

Penyakit seperti Addison atau gangguan hormon dapat memicu peningkatan pigmentasi pada jaringan gusi, sehingga warnanya tampak lebih gelap dari biasanya.

4. Kurang menjaga kebersihan mulut

Plak dan karang gigi yang menumpuk bisa menyebabkan peradangan dan memengaruhi warna gusi. Gusi yang meradang cenderung tampak lebih gelap, bahkan kehitaman jika dibiarkan terlalu lama.

Cara Mengatasi Gusi Hitam

Mengatasi gusi hitam perlu dilakukan secara bertahap, dimulai dari perubahan kebiasaan hingga perawatan khusus. Berikut beberapa cara yang efektif yang bisa dilakukan untuk membantu mencerahkan warna gusi dan menjaga agar gusi sehat:

1.  Hindari Pemicu Pigmentasi

Minuman seperti kopi, teh, dan makanan tinggi pewarna bisa membuat gusi lebih cepat menghitam terutama jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka panjang. Oleh karena itu, agar gusi sehat batasi konsumsi makanan dan minuman yang memicu pigmentasi.

2. Mengelola Stres

Stres ternyata bisa menyebabkan gusi hitam karena saat stres imun tubuh akan melemah termasuk pertahanan alami di dalam rongga mulut. Kondisi ini membuat gusi lebih rentan mengalami infeksi atau peradangan yang berdampak pada warna dan kesehatannya. Agar gusi sehat, cobalah untuk mengelola stress dengan baik.

3. Jaga Kebersihan Rongga Mulut

Salah satu penyebab gusi hitam adalah kurangnya kebersihan rongga mulut. Oleh karena itu, agar gusi sehat harus rutin menyikat gigi dengan teknik yang benar. Hal ini dapat membantu mencegah penumpukan plak yang bisa menyebabkan peradangan dan perubahan warna pada gusi. Selain menggunakan sikat berbulu lembut, pemilihan pasta gigi juga harus tepat.

Pilihan pasta gigi terbaik agar gusi sehat yaitu enzim 40plus karena memiliki kandungan lengkap yang mendukung kesehatan menyeluruh rongga mulut. Pasta gigi ini mengandung enzim aktif dan protein alami yang membantu menyeimbangkan ekosistem flora mulut tanpa detergen, sehingga tidak merusak jaringan gusi. Terdapat Kandungan Vitamin E berfungsi untuk meremajakan gusi, sedangkan Allantoin mempercepat penyembuhan luka seperti sariawan atau gusi berdarah. Tidak hanya itu, enzim 40plus juga memberikan perlindungan ekstra terhadap gigi sensitif, mulut kering, dan bau mulut.

4.  Menghindari Paparan Logam di Mulut

Apabila menggunakan tambalan gigi atau mahkota berbahan logam dan muncul noda hitam di sekitar gusi. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter gigi untuk mempertimbangkan penggantian material yang lebih aman.

Gusi hitam tidak selalu disebabkan oleh genetik atau merokok. Faktor lain seperti obat-obatan, logam tambalan, dan kebersihan mulut yang kurang juga bisa menjadi pemicu. Untuk mengatasinya, penting menjaga kebersihan, menghindari pemicu pigmentasi, serta memilih produk perawatan gigi yang tepat seperti Enzim 40plus.

 

Pasta Gigi enzim 40 Plus

Varian 40 Plus merupakan pasta gigi tanpa detergen yang diformulasikan untuk pengguna usia 40 tahun ke atas atau usia sebelumnya yang terindikasi memiliki gigi sensitif, atau memiliki masalah mulut kering, gigi ngilu, radang gusi dan bau mulut.