Search

Bahaya Sariawan Tak Kunjung Sembuh

Sariawan adalah luka kecil di rongga mulut yang sering dialami banyak orang. Biasanya, sariawan akan sembuh dalam waktu 7-14 hari. Namun, jika sariawan tak kunjung sembuh lebih dari dua minggu, kondisi ini patut diwaspadai karena bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Penyebab Sariawan

Sebelum mengetahui bahaya sariawan tak kunjung sembuh, sahabat enzim perlu mengetahui beberapa penyebab sariawan yang umum, diantaranya:

  • Trauma ringan seperti tergigit, terkena kawat gigi, atau menyikat terlalu keras
  • Kekurangan nutrisi seperti vitamin B12, vitamin C, asam folat, dan zat besi
  • Stres dan gangguan hormonal yang menurunkan daya tahan tubuh
  • Alergi makanan atau reaksi terhadap bahan dalam pasta gigi tertentu
  • Mulut kering, akibat dehidrasi atau penggunaan obat-obatan tertentu

Namun, jika sariawan terus muncul atau tidak kunjung sembuh, penyebabnya bisa lebih kompleks dan berbahaya.

Bahaya Sariawan Tak Kunjung Sembuh

Sariawan yang menetap lebih dari dua minggu bisa menjadi tanda adanya penyakit serius. Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai:

1.Infeksi jamur

Penyebab sariawan tak kunjung sembuh bisa disebabkan karena adanya infeksi jamur kandidiasis atau virus herpes simpleks. Menurut Mayo Clinic, kandidiasis umumnya menyerang individu dengan sistem imum lemah, penggunaan antibiotik jangka panjang, atau penderita diabetes. Infeksi ini bisa menyebabkan luka terasa lebih perih, menyebar, dan sulit sembuh tanpa pengobatan.

2.Gangguan autoimun

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa penderita gangguan autoimun seperti lupus, penyakit crohn atau HIV/AIDS memiliki risiko lebih tinggi mengalami luka pada jaringan lunak mulut yang tidak kunjung sembuh dan cenderung berulang. Penyebab sariawan berlangsung lama yaitu karena menurunnya fungsi kekebalan tubuh dalam menyembuhkan luka.

3.Kanker mulut

Menurut American Cancer Society, salah satu gejala awal kanker mulut adalah luka di mulut yang tidak kunjung sembuh, menebal, atau berdarah. Jika disertai benjolan di sekitar mulut atau leher, segera konsultasikan ke dokter.

Cara Cepat Sembuhkan Sariawan

Agar proses penyembuhan lebih cepat, berikut beberapa cara cepat sembuhkan sariawan:

1.Berkumur dengan air garam hangat

Membantu membersihkan luka dan mempercepat penyembuhan.

3.Perbanyak asupan nutrisi

Konsumsi makanan kaya vitamin C, B12, dan zat besi untuk memperkuat sistem imun.

4.Hindari makanan pemicu

Seperti makanan pedas, asam, atau panas yang bisa memperparah iritasi.

5.Gunakan pasta gigi non-iritatif

Pasta gigi yang mengandung detergen atau SLS dapat mengiritasi rongga mulut dan memperparah sariawan. Oleh karena itu, ganti ke pasta gigi non detergen. Salah satu rekomendasi terbaik yaitu enzim fresh mint. Pasta gigi ini diformulasikan tanpa detergen serta mengandung enzim aktif dan protein yang bekerja membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di rongga mulut. Selain mempercepat penyembuhan sariawan, pasta gigi ini juga membantu mencegah sariawan datang kembali dan mengurangi risiko bau mulut. Setelah sikat gigi, jangan lupa kumur dengan enzim mouthwash untuk membersihkan secara maksimal sisa makanan di rongga mulut. Obat kumur non alkohol dari enzim dapat mencegah sariawan, gigi ngilu, dan pembentukan plak.

Sariawan yang tak kunjung sembuh bukan hal yang bisa diabaikan. Bisa jadi, itu adalah sinyal tubuh atas gangguan kesehatan yang lebih serius. Dengan mengenali penyebab sariawan, menerapkan cara cepat sembuhkan sariawan, dan menggunakan produk yang tepat seperti enzim Fresh Mint, risiko komplikasi dapat dicegah sejak dini dan kesehatan mulut tetap terjaga.

Enzim Fresh Mint

Varian Fresh Mint dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut serta membuat nafas lebih segar. Produk ini aman digunakan untuk sehari-hari dalam jangka panjang mengandung enzim Amiloglucosidase (AMG), Gluco-oksidase (GO) dan Laktoperoksidase (LPO). Ketiganya berperan mengembalikan fungsi alamiah sistem laktoperokidase atau anti-bakteri di dalam air liur sehingga dapat mengontrol perkembangbiakan bakteri dalam rongga mulut.