Search

Kenapa Anak Sering Sariawan? Ini Kebiasaan yang Memicunya

Anak tiba-tiba malas makan, mengeluh perih saat minum, atau rewel ketika menyikat gigi? Bisa jadi, sariawan menjadi penyebabnya. Meski terlihat sepele, sariawan pada anak bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini perlu diperhatikan, terutama saat anak mengalami peralihan gigi susu ke gigi permanen. Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa memicu sariawan?

4 Kebiasaan yang Menjadi Penyebab Sariawan pada Anak

Ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat memicu luka atau iritasi di dalam mulut. Berikut penyebab sariawan pada anak yang perlu orang tua ketahui.

  1. Tidak Sengaja Menggigit Bagian Dalam Pipi
    Saat makan terburu-buru, anak bisa tidak sengaja menggigit pipi atau bibir bagian dalam. Luka kecil tersebut dapat berkembang menjadi sariawan yang terasa perih saat makan dan berbicara.
  2. Menyikat Gigi Terlalu Keras
    Menyikat gigi dengan tekanan berlebihan atau menggunakan sikat berbulu keras bisa melukai jaringan lunak di dalam mulut. Ajarkan anak menyikat gigi dengan lembut menggunakan sikat berbulu halus agar mulut tetap bersih tanpa menimbulkan iritasi.
  3. Kurang Memperhatikan Asupan Nutrisi
    Pola makan yang kurang beragam dapat meningkatkan risiko kekurangan nutrisi, seperti zat besi, vitamin B12, dan folat. Kekurangan nutrisi tersebut dapat berkaitan dengan sariawan yang sering berulang. Karena itu, pastikan anak mendapatkan makanan bergizi seimbang.
  4. Mengabaikan Luka Saat Pergantian Gigi
    Ketika gigi susu mulai tanggal dan gigi permanen tumbuh, kondisi gusi dan jaringan di sekitarnya dapat berubah. Gesekan atau luka akibat tergigit bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Meski pertumbuhan gigi bukan penyebab langsung sariawan, luka di dalam mulut dapat memicu munculnya sariawan.

Cara Mengatasi Sariawan pada Anak Agar Tidak Berulang

Cara mengatasi sariawan pada anak bisa dimulai dengan memberikan air putih yang cukup, memilih makanan bertekstur lembut, dan menghindari makanan pedas atau asam yang memperparah rasa perih. Biasakan juga anak menjaga kebersihan gigi dan mulut setiap hari.
Jika sariawan sering kambuh atau tidak kunjung sembuh setelah dua minggu, konsultasikan dengan dokter. Penggunaan obat sariawan sebaiknya disesuaikan dengan usia anak dan anjuran tenaga kesehatan.

Pilihan Pasta Gigi yang Tepat untuk Menjaga Imunitas Rongga Mulut

Selain menjaga kebiasaan sehari-hari, pemilihan pasta gigi juga penting untuk mendukung kesehatan mulut anak, terutama saat pergantian gigi. Enzim Mixdent mengandung enzim aktif dan ekstra colostrum yang membantu menjaga keseimbangan bakteri serta mendukung imunitas rongga mulut. Formulanya dapat menjadi pilihan untuk melengkapi rutinitas perawatan gigi anak agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga selama masa peralihan gigi susu ke gigi permanen.
Meski begitu, pasta gigi sariawan bukan pengganti penanganan medis. Jika sariawan sering muncul, penting untuk mencari tahu penyebabnya agar anak mendapatkan perawatan yang tepat.

Pasta Gigi enzim Mixdent

Pasta Gigi Enzim Mixdent untuk usia 7-15 tahun. Diformulasikan untuk menjaga kesehatan gigi pada masa peralihan gigi susu ke gigi permanen. Mengandung enzim aktif, protein dan tanpa detergen serta mengandung colostrum untuk meningkatkan imunitas dalam rongga mulut.