Karang gigi adalah salah satu masalah kesehatan mulut yang sering dianggap sepele. Padahal, jika dibiarkan, karang gigi bisa menyebabkan bau mulut, gusi berdarah, hingga penyakit periodontal. Salah satu cara paling efektif untuk menghilangkan karang gigi adalah dengan melakukan scaling. Tapi, setelah scaling, tak jarang muncul beberapa efek yang bikin tidak nyaman. Apa saja efeknya dan bagaimana cara mengatasinya?
1. Gigi Ngilu
Setelah scaling, banyak orang yang mengeluh gigi jadi lebih sensitif terhadap makanan panas, dingin, dan asam. Hal ini sebenarnya wajar, karena karang gigi yang menutupi sebagian permukaan gigi telah dibersihkan, membuat bagian yang tadinya tertutup jadi lebih sensitif. Salah satu cara mengatasi gigi sensitif setelah scaling adalah rutin sikat gigi menggunakan pasta gigi enzim 40plus dan berkumur dengan enzim mouthwash. Kedua produk ini mengandung potassium nitrate yang bantu mengurangi rasa ngilu atau nyeri.
2. Gusi Berdarah atau Bengkak
Efek lain setelah scaling adalah gusi bengkak atau gusi berdarah terutama saat menyikat gigi. Ini terjadi karena gusi mulai menyesuaikan diri setelah peradangan akibat karang gigi berkurang. Biasanya, darah akan berhenti keluar dalam 1-2 hari.
3. Gigi Terasa Longgar
Setelah karang gigi dibersihkan, gigi bisa terasa seperti lebih renggang atau longgar. Tidak perlu khawatir, ini justru menandakan bahwa gusi sedang kembali ke kondisi sehat.
4. Bau Mulut Sementara
Scaling bisa menyebabkan bau mulut sementara akibat luka kecil di gusi atau sisa darah. Jangan khawatir, kondisi ini akan membaik dalam beberapa hari.
Cara Mencegah Karang Gigi Kembali
Setelah scaling, penting untuk tahu cara mencegah karang gigi agar tidak kembali. Tips yang bisa dilakukan adalah sikat gigi minimal 2 kali sehari dengan teknik yang benar. Pastikan gunakan pasta gigi yang tepat seperti pasta gigi enzim 40plus. Pasta gigi tanpa detergen dengan enzim aktif dan protein serta kandungan komplit lainnya yang bantu memberikan perlindungan ekstra terhadap gigi sensitif, gusi berdarah, mulut kering, sariawan dan bau mulut.
Setelah sikat gigi, untuk pembersihan maksimal, jangan lupa berkumur dengan enzim mouthwash yang tanpa alkohol dan tanpa antiseptik. Penggunaan pasta gigi enzim 40plus dan enzim mouthwash dapat mencegah pembentukan plak gigi sehingga risiko karang gigi juga dapat diminimalkan. Hal yang tak kalah penting adalah gunakan benang gigi, dan jangan lupa kontrol rutin ke dokter gigi tiap 6 bulan.
Scaling penting untuk mengangkat karang gigi dan menjaga kesehatan mulut. Efek samping yang muncul biasanya ringan dan sementara. Dengan perawatan yang tepat seperti menggunakan pasta gigi enzim 40 Plus dan enzim mouthwash, kamu bisa mengurangi keluhan pasca-scaling dan mencegah terbentuknya karang gigi baru. Jadi, jangan takut scaling, Yuk, rawat gigimu mulai sekarang!

Pasta Gigi enzim 40 Plus
Varian 40 Plus merupakan pasta gigi tanpa detergen yang diformulasikan untuk pengguna usia 40 tahun ke atas atau usia sebelumnya yang terindikasi memiliki gigi sensitif, atau memiliki masalah mulut kering, gigi ngilu, radang gusi dan bau mulut.


