Search

Fluorosis pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Setiap orang tua tentu ingin melihat senyum anaknya sehat, putih bersih, dan penuh percaya diri. Namun, pernahkah memperhatikan gigi si kecil yang terlihat memiliki bercak putih atau bahkan kecokelatan, padahal anak rajin menyikat gigi? Nah kondisi ini bisa jadi tanda fluorosis yang sebaiknya tidak diabaikan.

Fluorosis terjadi ketika gigi anak mendapat paparan fluoride berlebih. Fluoride memang penting untuk menjaga gigi tetap kuat, tetapi dalam jumlah yang terlalu banyak justru bisa menimbulkan masalah. Yuk kenali lebih jauh gejala dan penyebab fluorosis agar bisa mencegahnya sejak dini.

Gejala Fluorosis yang Perlu Diwaspadai

Gejala fluorosis pada anak bisa sangat beragam, mulai dari yang ringan hingga cukup jelas terlihat. Pada tahap awal, fluorosis biasanya muncul berupa bintik putih kecil di permukaan gigi. Sekilas, ini tampak seperti tanda gigi sehat sehingga sering tidak disadari. Namun, pada kondisi yang lebih parah gejala bisa berkembang menjadi:

  • Gigi tampak bercak kecokelatan atau kekuningan
  • Permukaan gigi kasar atau berpori sehingga lebih mudah menumpuk plak.
  • Bercak tidak merata, terutama di gigi depan yang terlihat saat anak tersenyum
  • Pada kasus yang sangat parah, enamel gigi bisa rapuh dan mudah terkikis.

Meskipun fluorosis tidak menimbulkan rasa sakit, perubahan warna dan tekstur gigi dapat memengaruhi penampilan dan rasa percaya diri anak ketika beranjak dewasa.

Penyebab Fluorosis pada Anak

Penyebab fluorosis pada anak yaitu karena asupan fluoride berlebih. Hal ini bisa berasal dari berbagai sumber, seperti:

  • Pasta gigi anak berfluoride yang dipakai kadar fluoridenya berlebihan dan sering tertelan. Ini paling sering terjadi pada anak kecil yang belum bisa berkumur dengan benar.
  • Air minum dengan kandungan fluoride tinggi terutama di daerah tertentu yang memang alami memiliki kadar fluoride lebih besar
  • Makanan atau minuman olahan yang menggunakan air berfluoride tinggi juga menjadi penyebab fluorosis pada anak.

Karena enamel gigi anak masih rapuh saat masa pembentukan (sebelum usia 8 tahun), kelebihan fluoride akan memengaruhi proses mineralisasi. Akibatnya, enamel menjadi tidak rata dan timbul bercak putih. Dengan memahami penyebab fluorosis sejak dini, orang tua bisa lebih mudah mencegah risiko yang tidak diinginkan pada gigi anak.

Cara Mencegah Fluorosis Sejak Dini

Cara mencegah fluorosis adalah dengan mengontrol asupan fluoride anak. Gunakan pasta gigi anak berfluoride sesuai takaran yang dianjurkan BPOM. Ajarkan juga anak untuk meludah setelah menyikat gigi. Untuk menjaga gigi sehat sekaligus aman dari fluorosis, orang tua bisa memilih pasta gigi enzim Anak. Keunggulannya antara lain:

  • Tanpa detergen, sehingga lembut di mulut anak.
  • Mengandung enzim aktif untuk melawan bakteri penyebab gigi berlubang.
  • Bahan food grade sehingga aman jika tertelan, cocok untuk anak kecil yang belum bisa berkumur
  • Fluoride sesuai  anjuran BPOM dan sesuai kebutuhan usia sehingga memperkuat enamel tanpa risiko berlebih.
  • Mengandung xylitol, pemanis alami yang justru mencegah gigi berlubang.

Fluorosis pada anak bukan masalah sepele. Dengan memahami penyebab fluorosis dan mengenali gejala fluorosis yang perlu diwaspadai, orang tua bisa lebih sigap melindungi gigi si kecil. Pilihan tepat seperti pasta gigi Enzim Anak membantu menjaga senyum anak tetap sehat, kuat, dan bebas fluorosis.

Pasta Gigi enzim Anak Strawberry

Pasta Gigi Enzim Anak diformulasikan untuk menjaga kesehatan gigi susu anak. Tidak mengandung detergen sehingga aman dan tidak mengakibatkan kerusakan pada gigi dan jaringan lunak dalam rongga mulut.