Loading...

Tahukah Anda? Gusi Berdarah (seharusnya) Bisa Kita Cegah

Apakah anda mengira gigi yang tanggal pada usia dewasa (baca : tua) adalah sesuatu yang normal terjadi? Ternyata hal tersebut tidak benar!! Gigi goyah dan kemudian tanggal bisa jadi merupakan proses penjalaran penyakit jaringan penyangga gigi (periodontal disease). Atau, pernahkah gusi anda berdarah saat menggosok gigi?

Ilustrasi di atas adalah contoh dari penyakit jaringan penyangga gigi (periodontal diseases).

Penyakit jaringan penyangga gigi biasanya diderita oleh sebagian besar orang dewasa. Sedangkan anak-anak lebih jarang terkena.

Secara umum penyakit jaringan penyangga gigi (periodontal diseases) dibedakan menjadi 2 macam, pertama adalah radang gusi (gingivitis) yaitu kondisi penyakit yang hanya mengenai gusi. Kedua adalah radang jaringan penyangga gigi (periodontitis) yang sudah melibatkan jaringan penyangga gigi (periodontium), sementum, dan tulang alveolar.

Penyakit jaringan penyangga gigi (periodontal diseases), termasuk radang gusi dan radang jaringan penyangga gigi adalah infeksi yang serius dan dapat memicu terjadinya kehilangan gigi. Penyakit jaringan penyangga gigi adalah infeksi bakteri kronis yang menyerang gusi dan jaringan penyangga gigi. Penyakit jaringan penyangga gigi dapat menyerang satu gigi atau lebih. Prosesnya diawali ketika bakteri di dalam plak gigi menyebabkan peradangan pada gusi (gingivitis). Faktor lain yang berperanan dalam terjadinya penyakit jaringan penyangga gigi adalah penyakit sistemik, kebiasaan merokok, pertambahan usia, kecenderungan genetic, stress, malnutrisi, perubahan hormonal, dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Radang Gusi / Gingivitis

Peradangan gusi atau kerap disebut gingivitis adalah penyakit jaringan penyangga gigi yang paling ringan. Radang gusi seringkali disebabkan oleh kurangnya kebersihan mulut yang mana akan memicu pembentukan plak.

Radang gusi biasanya terjadi karena penumpukan plak / jigong di sekitar gusi. Di dalam plak gigi berkumpul bakteri-bakteri yang menghasilkan toxin atau racun yang akan mengiritasi gusi dan menyebabkan infeksi. Saat tubuh mengeluarkan respon imun untuk melawan infeksi maka gusi akan mengalami peradangan. Semakin lama, plak dapat menyebar dan berkembang sampai di bawah garis gusi. Gusi akan dilepaskan dari gigi dan membentuk pocket / kantong gusi, semakin lama semakin dalam sehingga merusak jaringan gusi, jaringan penyangga dan tulang alveolar.

Seringkali gejala dari proses kerusakan ini tidak dirasakan mengganggu dan berjalan lambat. Penderita radang gusi biasanya hanya merasakan sedikit ketidaknyamanan, sehingga kebanyakan kurang memperdulikannya. Padahal jika berlanjut, radang gusi akan berkembang menjadi radang jaringan penyangga gigi dan dapat berakhir dengan tanggalnya gigi. Oleh karena itu penting sekali untuk mengenali tanda-tanda radang gusi.

 

Tanda-tanda Radang Gusi

Gusi mudah berdarah menunjukkan telah terjadi masalah dengan jaringan penyangga gigi.
Gusi berwarna merah dan bengkak. Gusi yang normal berwarna merah muda kepucat-pucatan. Jika gusi berubah warna menjadi merah dan bengkak, menandakan telah terjadi peradangan.
Nanah (pus) di daerah leher gusi menunjukkan adanya konsentrasi bakteri dalam jumlah besar. Hal ini berarti sedang terjadi proses perusakan yang sangat aktif.
Bau mulut dapat mengindikasikan sedang terjadi proses infeksi. Bau mulut ini diproduksi oleh bakteri di dalam plak yang terakumulasi di sekitar gigi (supra gingival) dan di bawah leher gusi (sub gingival)

Faktor lain yang berperanan dalam terjadinya penyakit jaringan penyangga gigi

Merokok
Kebiasaan merokok akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit jaringan penyangga gigi. Perokok mempunyai kemungkinan yang lebih besar terserang penyakit ini. Pemakaian tembakau yang terus-menerus akan menurunkan kemampuan system imun untuk melawan infeksi. Merokok juga menyebabkan aliran ludah menjadi berkurang dan juga menimbulkan stain (noda coklat pada gigi) sehingga plak akan lebih mudah terbentuk. Faktanya, penelitian akhir-akhir ini telah menunjukkan merokok adalah salah satu faktor resiko yang signifikan dalam pengembangan dan peningkatan penyakit jaringan penyangga gigi (periodontal disease).

Genetik
Penelitian membuktikan bahwa lebih dari 30% dari populasi mudah terkena penyakit periodontal secara genetik. Walaupun mempunyai kebiasaan merawat kesehatan rongga mulut, populasi ini mungkin enam kali lebih sering terserang penyakit periodontal.

Perubahan Hormonal
Perubahan hormonal dapat mempengaruhi berbagai jaringan di dalam tubuh termasuk gusi. Gusi akan menjadi lebih sensitive dan bereaksi lebih kuat terhadap perubahan hormonal. Hal ini dapat menyebabkan lebih mudah terserang radang gusi. Perubahan hormonal ini terjadi pada saat kehamilan, pubertas atau menopause. Penelitian akhir-akhir ini menyebutkan bahwa wanita hamil yang menderita penyakit gusi mempunyai kemungkinan lebih besar untuk melahirkan premature dengan berat badan bayi yang rendah.

Etiologi
Penyakit jaringan penyangga gigi dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :

  • a. Adanya mikroorganisme dan produk-produknya yang terdapat dalam plak di sekitar gigi (supra gingiva) dan di bawah gusi (subgingiva).
  • b. Akibat dari over kontur restorasi gigi (tambalan pada gigi berlubang yang kurang baik) sehingga menyebabkan sisa-sisa makanan tertumpuk.
  • c. Faktor sistemik.

Perawatan
Terdapat beragam bentuk perawatan untuk penyakit-penyakit periodontal. Sebaiknya metode perawatan dipilih berdasarkan hasil pemeriksaan yang komprehensif, evaluasi x-ray (foto rontgent) dan diskusi dengan pasien mengenai pilihan-pilihan perawatan sesuai diagnosa kasusnya. Akan sangat baik jika pasien mengetahui keseluruhan rencana perawatan. Dengan demikian pasien akan lebih kooperatif dalam menjalankan instruksi-intruksi selama proses perawatan.

Sebagian besar metode perawatan penyakit-penyakit periodontal dirancang untuk menghilangkan infeksi bakteri di sekitar gigi. Penyebab infeksi tersebut adalah akumulasi bakteri di dalam plak pada permukaan akar di bawah leher gusi. Bakteri-bakteri ini harus dihilangkan untuk menghentikan infeksi yang menyebabkan kerusakan gusi dan jaringan penyangga gigi.

Pencegahan
Sebagian besar penyakit jaringan penyangga gigi (periodontal deseases) dapat dicegah dengan pemeliharaan kebersihan mulut yang baik. Menggosok gigi dan pemakaian benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi (flossing) setiap hari dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan. Pemilihan pasta gigi yang tepat juga sangat berpengaruh. Saat ini telah tersedia pasta gigi yang mengandung zat aktif untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Berkunjung ke dokter gigi untuk melakukan evaluasi kesehatan jaringan penyangga gigi sekurang-kurangnya setiap 6 bulan sekali. Dan bila diperlukan, dokter gigi akan melakukan pembersihan karang gigi (scalling dan polishing) pada saat evaluasi tersebut.

24 Comments


Leave a Reply

Your email address will not be published

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>