Loading...

Fenomena Baru Pencegahan Sariawan dan Bau Mulut

Penyakit gigi dan mulut termasuk di dalam 10 besar penyakit yang diderita masyarakat Indonesia, yaitu berkisar peringkat 2-3 selama Pelita V. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat pernah mengalami masalah dengan gigi dan mulutnya. Penyakit rongga mulut yang banyak diderita masyarakat antara lain : gigi berlubang (caries), radang gusi (gingivitis), radang jaringan penyangga gigi (periodontitis), sariawan (stomatitis aphtosa), gigi ngilu (sensitive teeth) atau bau mulut (halitosis).

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengatasi problem-problem tersebut namun sampai sekarang belum ditemukan pemecahan yang memuaskan. Seringkali pemecahan suatu masalah di rongga mulut hanya memperhatikan bagian per bagian dan tidak memandang rongga mulut sebagai satu kesatuan komunitas.

 

Sariawan
Sariawan adalah luka yang menimbulkan rasa sakit dan merupakan luka yang paling sering terjadi di mukosa rongga mulut. Menurut literature, kekambuhan dari sariawan kambuhan (Reccurent Apthous Ulcer) bervariasi antara 11% s/d 66 % pada kelompok populasi yang berbeda. Sariawan yang kambuhan bisa sangat menjengkelkan bagi penderitanya. Normalnya waktu penyembuhan luka sariawan adalah sekitar 1 minggu, tetapi mungkin bervariasi dari individu satu ke individu yang lain, berkisar dari beberapa hari sampai 1 bulan. Luka akan sembuh tanpa cacat, terkecuali luka yang dalam. Penyebab sariawan erat hubungannya dengan perkembangbiakan bakteri streptococcus sanguis yang tidak terkontrol. Hal ini dapat di picu oleh perubahan hormonal, stress, gangguan pencernaan,alergi dll. Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa reaksi pertahanan tubuh diarahkan melawan bakteri mulut penyebab sariawan, Streptococcus sanguis, yang menyerang jaringan lunak rongga mulut dan sebagai manifestasinya adalah terjadinya luka yang disebut sariawan.

 

Bau Mulut
Bau mulut seringkali dikeluhkan banyak orang karena dirasa sangat mengganggu terutama dalam pergaulan. Orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan banyak orang seperti guru, public relations, artis , dsb pasti sangat merasakan dampaknya jika bau mulut datang menghampiri. Bau mulut yang tidak berhubungan dengan penyakit sistemik adalah keadaan yang fisiologis dan frekuensinya meningkat seiring dengan pertambahan usia juga pada saat puasa. Ini berarti semua orang berpotensi untuk mengalami bau mulut. Biasanya jika dirasakan semakin mengganggu dan tidak mampu mengatasi sendiri, orang akan mengunjungi dokter atau dokter giginya untuk meminta pengobatan atas keluhan bau mulut. Pada dasarnya bau mulut atau halitosis sebagian besar justru berkaitan dengan keadaan rongga mulut sendiri. Hal ini berhubungan dengan metabolisme bakteri anaerob yang hidup di rongga mulut dan air ludah.

 

Keajaiban air ludah
Ludah merupakan cairan rongga mulut yang berfungsi untuk melindungi jaringan di dalam rongga mulut berkaitan dengan fungsinya sebagai bakteriostatis (ctt bakteriostatis = bakteri tetap hidup tapi tidak berkembang). Secara umum sudah di pahami bahwa air ludah adalah bagian terpenting dalam perawatan rongga mulut. Di dalam air ludah terkandung sistem pertahanan alamiah yang berfungsi menjaga keseimbangan ekologi flora mulut. Maka sangat penting untuk menjaga air ludah baik secara kuantitas dan kualitas.

Salah satu sistem pertahanan alamiah di dalam rongga mulut dikenal dengan sebutan Laktoperoksidase sistem atau biasa disingkat LP-sistem. LP-sistem adalah suatu sistem pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme yang secara alamiah ada di dalam ludah.

Pada zaman sekarang konsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan kimia seperti pewarna, perasa, pengawet dan insektisida diduga telah berperanan terhadap kerusakan sistem pertahanan ludah. Selain itu pemakaian pasta gigi yang mengandung detergen yang melebihi batas toleransi maupun penggunaan bahan kumur mengandung antiseptik yang berlebihan juga berperanan dalam kerusakan sistem pertahanan ludah. Apabila sistem pertahanan ludah telah rusak maka akan berakibat terhadap kerusakan fungsi ludah sebagai bakteriostatik sehingga terjadi perkembangan bakteri patogen.

Akibatnya terjadilah penyakit di dalam rongga mulut. Contohnya, jika yang berkembang tak terkontrol adalah bakteri anaerob akan mengakibatkan timbulnya bau mulut. Jika yang berkembang adalah streptococcus Sanguis maka akan terjadi sariawan, dsb.

Penyakit gigi dan mulut dapat dicegah bila bakteri tidak diberi kesempatan berkembang biak. Mekanisme pertahanan alamiah terhadap perkembangbiakan bakteri rongga mulut dijalankan oleh air ludah.

Penelitian bertahun-tahun membuktikan bahwa penggunaan enzim amiluglucosidase dan glucose oksidase di dalam pasta gigi dapat memperbaiki kualitas air ludah sehingga air ludah dapat aktif kembali dalam mengontrol pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Enzim bekerja mengembalikan keseimbangan ekologi flora mulut sehingga mampu mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut diantaranya bau mulut dan sariawan. Sistem enzim ini dapat bertahan selama 21 jam di dalam rongga mulut.{jcomments on}

8 Comments


Leave a Reply

Your email address will not be published

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>