Loading...

Seputar Kehamilan

A : Pada wanita hamil terjadi perubahan hormonal yang mengakibatkan perubahan lingkungan rongga mulut (oral environment) sehingga masalah di rongga mulut menjadi meningkat.
A :

  • Radang gusi (gingivitis)
  • Gigi berlubang (caries)
  • Bau mulut (halitosis)
  • Pregnancy tumor (Epulis gravidarum)
A :

  • Perubahan hormon progresteron dan esterogen menyebabkan peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh terutama ke gusi. Hal ini menyebabkan pembuluh darah di gusi mudah pecah sehingga menyebabkan terjadinya radang gusi (pregnancy gingivitis). Perubahan hormon tersebut juga menyebabkan perubahan sifat bakteri yang biasanya bersifat aerob berubah menjadi anaerob. Bakteri-bakteri anaerob ini memicu terjadinya peningkatan bau mulut pada wanita yang tengah hamil.
  • Kecenderungan terjadi mual-mual di pagi hari (morning sickness) akan menyebabkan suasana mulut menjadi asam. Suasana asam di dalam rongga mulut akan meningkatkan kemungkinan terjadinya gigi berlubang.
A :

  • Secara rutin periksakan rongga mulut ke dokter gigi, jangan menunggu hingga masalah timbul.
  • Segera bilas rongga mulut dengan air putih jika terjadi mual dan muntah.
  • Banyak mengkonsumsi buah yang berserat.
  • Gunakan pasta gigi enzim selama masa kehamilan karena tidak mengandung Sodium Lauril Sulfat (deterjen), sehingga tidak membuat mulut menjadi semakin kering dan kandungan colostrumnya akan berfungsi meningkatkan kelembaban rongga mulut. Kandungan enzim-enzim dan protein dalam pasta gigi akan meningkatkan fungsi pertahanan air ludah sehingga bakteri dapat dikendalikan. Jika bakteri dapat dikendalikan maka masalah di rongga mulut selama kehamilan akan dapat ditekan. Kandungan allantoin juga akan mempercepat penyembuhan radang gusi.