Loading...

Kesehatan Gigi Dan Rongga Mulut

A : Sama seperti organ tubuh yang lain, rongga mulut penting untuk dijaga kesehatannya, terlebih karena mulut adalah pintu gerbang bagi masuknya penyakit ke dalam tubuh. Ingat, sebagian besar penyakit manusia masuknya melalui mulut !
A : Setiap hari manusia makan melalui mulut, sehingga akan terdapat sisa-sisa makanan di dalam mulut dan sisa-sisa makanan ini akan mengendap di gigi berupa deposit lunak, menjadi sarang bakteri. Deposit lunak inilah yang disebut dengan PLAK. Jika lalai memelihara kesehatan rongga mulut maka timbunan plak akan meningkat. Plak adalah awal dari banyak problem rongga mulut seperti gigi berlubang, radang gusi, bau mulut, dll.
A : Cara yang baik memelihara rongga mulut adalah dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan alami. Hindari bahan-bahan kimia di dalam makanan. Namun karena hal ini nyaris mustahil untuk dilakukan maka peranan menyikat gigi sangatlah besar dalam memelihara kesehatan rongga mulut.
A : Hal sederhana yang sering disarankan para ahli untuk menjaga kesehatan rongga mulut adalah dengan menyikat gigi secara rutin terutama menjelang tidur malam. Saran para ahli ini berhubungan dengan proses pencegahan terjadinya penyakit gigi. Menyikat gigi sebelum tidur malam sangat dianjurkan karena berkaitan erat dengan berkurangnya produksi air ludah saat tidur sehingga fungsi air ludah sebagai penjaga keseimbangan perkembangbiakan bakteri menjadi berkurang. Jika bakteri berkembang biak tidak terkontrol, maka akan menghasilkan asam yang melarutkan lapisan gigi paling luar (biasa disebut email). Proses larutnya email tersebut pertanda dimulainya proses gigi berlubang. Menyikat gigi dengan bahan yang tepat sangat diperlukan untuk mengantisipasi menurunnya fungsi kontrol air ludah terhadap bakteri akibat produksi air ludah yang berkurang.
A : Pasta gigi sebagai agent yang digunakan untuk menyikat gigi memiliki peranan yang besar dalam memelihara kesehatan rongga mulut. Pasta gigi selalu berkontak langsung tidak hanya dengan gigi yang disikat namun juga dengan seluruh bagian rongga mulut. Maka pemilihan pasta gigi yang tepat akan menjadi faktor yang (sangat) penting dan berpengaruh. Gunakan pasta gigi yang tidak hanya membersihkan gigi namun juga mampu mengembalikan fingsi air ludah dalam mengontrol bakteri. Jika bakteri dapat dikendalikan maka penyakit di dalam mulut dapat diturunkan insidensinya.
A : Pasta gigi enzim memberikan beberapa manfaat lebih sebagai agent pembersih gigi sekaligus memperbaiki kualitas air ludah. Sebagaimana telah diketahui secara luas bahwa air ludahlah yang berperan sebagai penjaga kesehatan rongga mulut manusia. Manfaat-manfaat yang diberikan oleh pasta gigi enzim, diantaranya adalah sebagai berikut :
<ol>
<li>Bahan pembersihnya termasuk golongan low abrrasive sehingga tidak merusak lapisan gigi.</li>
<li>Tidak mengandung Sodium Lauryl Sulfate (bahan pembentuk busa) , sehinggga tidak menyebabkan mulut menjadi kering dan tidak merusak papilla indera pengecap (ket : pada pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate, setelah menggosok gigi lalu digunakan untuk makan, maka rasa makanan yang kita makan akan terasa hambar atau pahit). Sodium Lauryl Sulfate juga menyebabkan penyembuhan luka di rongga mulut menjadi lebih lama. Perlukaan di rongga mulut contonya adalah : sariawan dan gusi berdarah.</li>
<li>Kandungan enzim-enzim amiloglukosidase, glukosa oksidase dan laktoperoksidase yang terdapat di dalam pasta gigi akan memperbaiki fungsi bakteriostatik air ludah. Fungsi bakteriostatik air ludah adalah kemampuan air ludah menghambat pertumbuhan bakteri di dalam rongga mulut. Jika bakteri di dalam rongga mulut mampu dikendalikan maka rongga mulut akan senantiasa sehat.</li>
<li>Kandungan protein-protein lisozim dan laktoferrin di dalam pasta gigi akan memperkuat kerja protein-protein alamiah yang terdapat dalam air ludah sehingga pertahanan di rongga mulut dapat ditingkatkan.</li>
<li>Kandungan colostrum di dalam pasta gigi enzim akan membantu melembabkan rongga mulut yang mengalami kekeringan.</li>
</ol>
A : Berbeda dengan pasta gigi lainnya, pasta gigi enzim tanpa mengandung bahan pembentuk busa Sodium Lauryl Sulfat atau sering dikenal masyarakat sebagai detergen. Kandungan enzim-enzimnya akan mampu mengembalikan kualitas air ludah sehingga pertumbuhan bakteri di dalam rongga mulut dapat dikendalikan. Pasta gigi enzim juga diformulasikan dengan bahan-bahan yang termasuk golongan food grade.
A :Pasta gigi enzim memiliki 4 varian produk yaitu enzim anak, enzim reguler, enzim 40+ dan enzim orthodontic.
A : Berdasarkan research diketahui bahwa menurunnya produksi air ludah dapat terjadi seiring dengan bertambahnya usia sehingga prevalensi penyakit di dalam mulut akan meningkat, seperti : gigi berlubang, radang gusi , radang jaringan penyangga gigi ,gigi mudah tanggal, mukosa mulut terasa kering (xerostomia) dan infeksi lain, bahkan memicu timbulnya bau mulut. Pasta gigi enzim 40+ adalah pilihan yang tepat karena kandungan Colostrum berfungsi meningkatkan kemampuan air ludah dalam mengontrol ekologi flora mulut dan memberikan kelembaban di rongga mulut. Vitamin E berfungsi meremajakan kondisi gusi dan jaringan lunak mulut. Potasium Citrate berfungsi membantu mengurangi rasa nyeri pada gigi sensitive. Zinc Gluconate berfungsi sebagai anti bad breath / mengurangi bau mulut. Allantoin berfungsi mempercepat penyembuhan luka di rongga mulut (wound healing agent)
A : Gigi sensitif terjadi akibat terbukanya saluran di dentin gigi yang disebut tubuli dentinalis. Akibatnya rangsang panas, dingin, manis, asam, dll masuk melalui tubuli dentinalis menuju pulpa gigi yang mengandung serabut syaraf. Rangsangan tersebut segera ‘ditangkap’ dan dikirimkan ke otak, sehingga kita segera merasakan ngilu sesaat seolah-olah seperti tersengat.
A : Pasta gigi enzim 40+ adalah varian yang tepat untuk membantu mengatasi problem gigi sensitif karena mengandung Potasium sitrat  yang berfungsi menghambat pengiriman rangsang dari syaraf di pulpa gigi menuju otak, sehingga sensasi ngilu dapat diturunkan. Enzim Amiloglukosidase , Glukosa Oksidase dan Laktoperoksidase yang berfungsi mengembalikan sistem alamiah lakotoperoksidase di dalam air liur sehingga bakteri dapat dikendalikan pertumbuhannya (bakteriostatis). Jika bakteri dapat dikendalikan maka asamnya tidak akan melarutkan email dan peradangan gusi dapat ditekan insidensinya.